Tuesday, August 28, 2018

Visualisasi Mimpi ZN Projects


Tepat sebentar lagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, maka saya memilih menjadi salah satu bagian manusia yang mempunyai kreativitas tak terbatas.
Izinkan saya memvisualisasikan salah satu mimpi saya bersama partner-partner terhebat sayaa yaitu
ZN Projects
Saya menargetkan ZN Projects bergerak di berbagai sector :
1.      Fashion Muslimah dan Dakwah
2.      Kesehatan
3.      Pendidikan
4.      Travel
5.      Kemanusiaan
Memang terdengar sangat idealis dan utopis, tapi beginilah saya yang mempunyai harapan besar karena punya Allah yang Maha Besar.
1.      Fashion Muslimah dan Dakwah
Niat saya sederhana, saya ingin sekali bisa mensyiarkan bagaimana sebaiknya muslimah itu berpakaian, menyiarkan hijab syar’i dan menunjukan bahwa Allah menyukai keindahan, nah keindahan yang seperti apa yang di maksud yaitu keindahan yang sudah di atur dalam Al-Qur’an dan Hadist, Muslim dan Modern saya rasa 2 hal yang tidak perlu di benturkan, 2 hal yang saya rasa bisa berjalan beriringan sesuai koridor masing-masing. Maka, izinkan saya berkontribusi dengan aksi nyata bukan hanya sekedar narasi.
Alhamdulillah, ini sudah launching berjalan sejak 2017.

2.      Kesehatan
Disiplin ilmu yang saya ambil saat ini adalah kesehatan, dan ini menjadi tanggung jawab tersendiri bagi saya untuk mengimplementasikan ilmu yang di dapat dan membantu dalam merawat aset yang paling berharga yaitu tubuh dengan memberikan wawasan kesehatan yang ringan dan dapat di pahami kalangan masyarakat karena ini adalah hal yang juga utama, tanpa sehat apakah kita bisa menjalani aktivitas dengan maksimal?
Nah, program ini bisa di kolaborasikan dengan @Dentalisme startup saya dibidang promotif dan preventif kesehatan gigi.

3.      Pendidikan
Berkaca dari berbagai riset dan penelitian terkait pendidikan di Indonesia yang miris, saya tidak bisa serta merta mengkritik pemerintah dan meminta ini itu tanpa kontribusi dan aksi nyata maka dari itu saya ingin memberikan bukti konkret untuk mewujudkan narasi dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mengadakan bimbel gratis bagi yang tidak mampu, ngajar ke pelosok-pelosok Indonesia, mengadakan perpustakaan keliling gratis

4.      Travel
Orientasinya sederhana, travel merupakan salah satu place 3 besar tertinggi minatnya di masyarakat. Saya hanya berharap pasar- pasar dengan minat yang fantastis banyak di pegang oleh agen Muslim, agar segala distribusi, transaksi, dll di kelola secara syar’I dan sesuai syariah. Dan saya juga berharap bisa menjembatani orang-orang dalam mentafakuri dan mentasyakuri segala penjuru di bumi ciptaan Allah.

5.      Kemanusiaan
Kepekaan sosial terkadang perlu diasah, kadang dengan bangganya kita terlalu superior dan tidak melihat ada sisi-sisi atau celah-celah dimana segelintir manusia merintih kesakitan, terpinggirkan, bahkan tidak mempunyai harapan hidup, niatnya sederhana yaitu menjadi jembatan untuk menyalurkan rejeki Allah dengan program sedekah baju, donasi untuk yang tidak mampu, book’s donation, tanggap bencana, dan panti asuhan visit karena share berarti care.

Meskipun masih terbaca caur dan kurang spesifik, namun saya berusaha untuk mengabadikannya lewat tulisan agar nantinya sambil berjalan semuanya akan di detailkan.

Bisa tolong aamiin-kan? Bisa jadi aamiin mu yang di kabulkan Tuhan.


Saturday, August 11, 2018

Pencarian Hikmah



Setelah berbincang-bincang santai dengan Psikolog (read : Mba Shofi)
Aku jadi berusaha memahami dan juga mencari atas peran aku yang sudah Allah tuliskan jauh sebelum aku lahir dan jauh di lauhul mahfuz sana.
Dalam masa pencarian peranku di dunia ini. Aku berusaha merencanakan permainan peran atas diriku sendiri meskipun aku tahu peran yang di siapkan Allah lah peran terbaik di dalam hidup dan itu belum bisa aku temukan, aku masih dalam tahap pencarian. Sampailah aku mengira-ngira dan merencanakan bahwa peranku adalah menjadi dokter di Universitas Padjajaran, mengapa Unpad? Karena Unpad di Jawa Barat, orang tuaku sudah ridho, aku juga ingin menghabiskan waktuku di tanah kelahiran, memperbaiki segala hal yang bisa aku perbaiki, apalagi dalam masalah kesehatan, kadang miris dan sedih setiap kali membaca informasi dan keadaan di sana, tekadku adalah aku ingin berperan aktif, aku ingin membuat aliansi bersama mahasiswa lain, aku ingin merawat Jawa Barat dan hal itu akan efektif dilakukan ketika aku di Jawa Barat. Dalam perjalanan itu tentunya segala strategi diterapkan, saat satu strategi gagal maka membuat lagi strategi baru, begitu seterusnya. Aku merasa segala niat baik ini akan di sambut baik oleh Allah, akan di lancarkan dan dimudahkan jalannya, aku sangat optimis saat itu. Tahun ini aku akan menjadi Prabu Unpad 2018!
Dan tibalah pengumuman. Aku tidak lulus!
Dalam pikirku, setelah sekian banyak pengorbanan yang dilakukan, setelah segala ridho yang orang tuaku berikan, setelah aku mengesampingkan kesempatan-kesempatan keren hanya karena ingin focus, setelah ribuan doa mengudara setiap detik, setelah segala banyak hal sudah di korbankan, apakah “tidak lulus” pantas membayar semuanya?
Aku marah.
Marah karena hasil tidak akan menghianati usaha adalah narasi kosong yang orang-orang beruntung saja yang mendapatkan.
Sampailah aku menyimpulkan bahwa Allah tidak adil dan Allah pilih kasih.
Liburanku yang tadinya kuingin habiskan untuk membaca buku jadi kacau dan berantakan hanya karena mood-ku yang sulit sekali pulih
Aku merasa seperti setengah hidup
Dalam pikirku, bagaimana bisa aku menghidupi hal yang sama sekali tidak ada dalam mimpi dan target hidup ?
Ibarat kamu menikah dengan orang yang sama sekali tidak kamu cintai.
Atau ibarat apapun yang sangat buruk dan sangat mengecewakan
.
.
Setelah perbincangan dengan Mba Shofi, aku bertanya-tanya sebenarnya peranku dimana?
Padahal pertanyaan itu hanya bisa di jawab oleh diri sendiri dan seiring dengan berjalannya waktu.
Aku merasa aku akan tumbuh menjadi perempuan yang tidak percaya diri setiap kali bermimpi.
Tapi kemudian Allah selipkan kebahagiaan di saat yang sama dengan kesedihan dan keterpurukan, IP atau nilai semester 2 ku melesat naik.
Bersama kesulitan ada kemudahan, bersama kesulitan ada kemudahan”
Tapi saat itu aku menafikan segala nikmat dan kebahagiaan yang tampak.
.
.
To be continue..


(Kerudung dari @ZNProjects)