Cianjur, Jawa Barat yang terkenal
dengan berasnya yang berkualitas bagus belasan tahun lalu tepat hari Minggu, 02
November di Jalan Mariwati, Kp. Balakang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur,
melahirkan seorang perempuan yang oleh orang tuanya di beri nama Ria Risdianti,
terlahir sebagai seorang muslim dan tumbuh menjadi gadis yang ceria dan sehat. Terlahir dari keluarga yang
biasa-biasa saja, namun harmoni. Lahir sebagai adik dari kakak perempuannya
yang bernama Reni.
Pendidikan
dasar yang di tempuh yaitu di SDN Tarigu, lalu melanjutkan ke MTs Assa’idiyyah
salah satu sekolah swasta namun dasar pertama hingga jati dirinya sedikit demi
sedikit terbentuk.
Perjalanan
di mulai, gadis yang melangkahkan diri untuk mengambil sekolah swasta ini tanpa
alasan, tanpa mendaftar sekolah negeri terlebih dahulu, yang terbersit saat itu
hanya menggugurkan kewajiban untuk mengemban pendidikan lanjutan, lalu datang
dorongan lingkungan mulai menjadikan Ria tumbuh menjadi gadis yang penuh ambisi
dan semangat. Saat kelas satu, Ria mulai menyibukan dirinya untuk bergabung
dengan OSIS setelah berbagai rangkaian seleksi yang ada, Ria diterima dan menjadi
anggota Seksi Bidang 8 yaitu Kesenian, setengah berjalan saat koordinator seksi
bidang delapan mengundurkan diri saat itu juga oleh ketua osis periode itu
dengan segala macam prosedur yang ada Ria diangkat menjadi koordinator seksi
bidang 8 padahal saat itu masih menduduki kelas satu, di tambah Ria mengikuti
Paskibra juga Pramuka yang masih sebagai anggota biasa, lalu loncat ke kelas
dua studinya berjalan dengan baik dan saat itu Ria tidak ingin membenturkan
kebaikan karena organisasi adalah kebaikan akademik juga kebaikan maka
dua-duanya harus berjalan dengan baik, harus berjalan beriringan, karena
kebaikan tidak bisa di benturkan dan saat itu Ria mendapat juara umum kelas.
Loncat ke kelas dua semangatnya terus berapi-api, apalagi ketika guru matematikanya
memberikan cerita mengenai tulisan target hidup yang di tempel di dinding, Ria
mencoba untuk membuat rangkaian target hidup yang dinarasikan dengan panjangnya
sampai beberapa lembar dari titik saat Ria menulis sampai nanti saat ajal
menjemput sudah Ria tuliskan lengkap disana, salah satu yang Ria inginkan saat
itu bisa menjadi Ketua OSIS MTs Assa’idiyyah, menjadi Sekretaris Umum Pramuka, lalu
tetap menjadi juara umum sampai lulus, dan masih banyak target lain yang Ria
narasikan, dan satu demi satu target itu bisa di capai. Sampai jabatan-jabatan
itu memaksa Ria yang saat itu masih belum istiqamah berhijab menjadi istiqamah
karena hidayah bisa datang dari mana saja, yang asalnya dari tuntutan jabatan
namun pada akhirnya lillah alias karena Allah. Saat kelas dua juga Ria menjadi
delegasi Pramuka Kwaran Cipanas untuk mengikuti Gladian Pemimpin Regu di Bumi
Perkemahan Sukabumi, lalu saat itu Ria juga mendapat beasiswa karena berbagai
prestasi. Lalu loncat ke kelas tiga Ria mulai memfokuskan semuanya untuk
belajar dan akhirnya bisa mendapat Juara Umum UN Tertinggi di MTs Assaidiyyah.
Ada
hasil target yang mulai berbelok ketika Ria ingin melanjutkan sekolah ke SMAN 1
Cianjur, Ria meyakinkan diri bahwa semuanya tidak selalu berjalan mulus, ada
kuasa Tuhan yang menentukan semua skrenario hidup, saat itu orang tua Ria tidak
mengizinkan sehingga Ria memilih SMAN 1 Sukaremi menjadi tempatnya mengemban
ilmu lanjutan. Tuhan memang mempunyai jalan terbaik untuk hambanya, banyak hal
luar biasa yang didapatkan Ria di SMAN 1 Sukaresmi ini.
Lagi-lagi
organisasi pertama yang Ria ikuti adalah OSIS, setelah serangkaian seleksi yang
diadakan Ria lulus dan menjadi pengurus OSIS di seksi bidang 9 yaitu teknologi
informasi dan komunikasi, lalu di tambah Ria mengikuti ROHIS ini merupakan
wadah baru yang Ria ikuti, juga saat itu Ria mulai aktif mengikuti mentoring/liqo
yang dampaknya luar biasa sampai saat ini.
OSIS
di SMA terasa lebih sibuk dan padat dengan kegiatan-kegiatannya, namun saat itu
Ria berusaha untuk menyeimbangkan dengan akademik meskipun saat kelas satu
hasilnya tidak seimbang, Ria mendapat rengking 3 di kelasnya, lalu naik ke
kelas dua, Ria tetap melanjutkan OSIS menjadi salah satu organisasi yang di
ikuti dan saat itu Ria di calonkan menjadi Ketua Umum OSIS, namun pada akhirnya
amanah besar ini jatuh kepada teman seperjuangan dakwah Ria di ROHIS yaitu
Slamet Iman Taopik dan Ria menjadi wakil beliau. Dan kita mengemban amanah
sama-sama dalam satu periode.
ROHIS
di SMA adalah wajah baru bagi Ria namun berdampak luar biasa, kegiatan islam
yang menjadi wadah untuk berdakwah membuat semangat tersendiri bagi Ria untuk
memperbaiki diri, bagaimana bisa jika Ria sendiri tidak baik tetapi ingin
membuat orang lebih baik seperti misalnya Ria menyuruh orang untuk membuang
sampah pada tempatnya tetapi Ria sendiri membuang sampah sembarangan begitu
simpelnya, di ROHIS ini wadah luar biasa yang membuat Ria yang asalnya hanya
memakai kerudung/hijab seadanya kini sedikit demi sedikit mengulurkan hijabnya
lebih panjang menutupi dada sesuai dengan perintah Allah dalam surat Al-Ahzab :
59 dan An-Nur : 31
Mentoring/Liqo
juga sangat berperan penting menjadikan diri Ria menjadi lebih baik,
Zahratunnida adalah nama grup mentoring yang membersamai Ria dari kelas satu
SMA sampai sekarang, di mentori oleh Guru Kimia salah satu SMA di Cianjur yaitu
Teh Melin juga berisi orang-orang yang tidak diam dan mendiamkan, berisi
orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan, saling berlomba-lomba
dalam kebaikan. Dari kesibukan yang ada disinilah tempat istirahat dan juga
berbagi cerita, sesekali mereka juga sama-sama membersamai untuk
rihlah/jalan-jalan ke belahan bumi lain mensyukuri karunia Allah.
HIROCI
yaitu Himpunan ROHIS Cianjur yang juga Ria ikuti, di organisasi ini Ria menjadi
salah satu wakil dari ROHIS SMAN 1 Sukaresmi, Ria mengemban amanah di Bidang
Kaderisasi, berkumpul dengan teman-teman ROHIS SMA Se-Cianjur merupakan jalan
bagi ria untuk memperluas relasi, mempererat silaturahmi dan juga ukhuwah.
Prestasi
yang di torehkan lewat pena yaitu juara 1 cipta puisi ramadhan, kontributor
cipta puisi terbaik penerbit kodon yang diterbitkan di buku antopologi puisi
musik, menjadi pencipta puisi terbaik muslimah, juga menjadi delegasi dalam
pelatihan ROHIS di Jawa Barat.
Lalu
setelah lulus SMA Ria melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Gadjah Mada dengan harapan bisa melesat setinggi-tingginya, mengikuti student exchange, meraih medali emas di
PIMNAS, dan cumlaude . Tapi saat Ria
mengikuti rangkaian acara BEM KM UGM di acara I’M GAMADA ternyata ada konsep
yang salah, Ria menyadari ada tanggung jawab lebih yang tidak hanya tentang
diri sendiri tapi juga orang lain. Setiap kali ingin melangkah untuk diri
sendiri Ria selalu terngiang-ngiang setiap ucapan Mas Alfath Presiden Mahasiswa
UGM 2017 bahwa kita belajar karena kita bodoh dan selamanya kita tidak ingin
berada dalam kebodohan dan juga dengan harapan kita bisa mengeluarkan orang
lain dari kebodohan. Ria mulai memasukan konsep agar bisa bermanfaat bagi orang
lain, tidak maju sendiri tapi maju bersama-sama. Saat ini juga Ria mulai
melangkah menjadi anggota KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)
Komisariat UGM. Lalu, saat mengikuti rangkaian acara KIMM (Kelompok Intelektual
Muda Mahasiswa) dimana dipertemukan lagi dengan Mas Alfath lagi-lagi membuat
Ria termotivasi dan semangat untuk berbuat banyak bagi orang lain, menjadikan
orang lain lebih baik sembari memperbaiki diri, tidak diam dan mendiamkan,
terus bergerak dan menebar kebaikan agar kejahatan akan menyerah pada kebaikan,
agar yang hitam mulai memutih, agar yang bathil akan lelah dan akhirnya lillah
karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan, dari situ motivasi untuk menjadi
baik dan menjadikan orang lain baik mulai berapi-api, seperti kata Mas Fathur
Ketua BEM KM FKG UGM bahwa kita harus hidup yang menghidupkan. Disitulah alasan
mengapa Ria memilih BEM terutama bidang PSDM menjadi sarana/wadah dalam
mewujudkan harapan-harapannya kedepan dengan menjadikan khususnya staff BEM KM
FKG UGM dan umumnya warga FKG UGM menjadi lebih baik dengan program-program
kerja yang nantinya akan direalisasikan menjadi lebih fresh dan manfaatnya terasa bagi orang banyak.










No comments:
Post a Comment