Sunday, October 1, 2017

Catatan Kehidupan Ria Risdianti

Cianjur, Jawa Barat yang terkenal dengan berasnya yang berkualitas bagus belasan tahun lalu tepat hari Minggu, 02 November di Jalan Mariwati, Kp. Balakang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, melahirkan seorang perempuan yang oleh orang tuanya di beri nama Ria Risdianti, terlahir sebagai seorang muslim dan tumbuh menjadi gadis yang ceria dan sehat. Terlahir dari keluarga yang biasa-biasa saja, namun harmoni. Lahir sebagai adik dari kakak perempuannya yang bernama Reni.
Pendidikan dasar yang di tempuh yaitu di SDN Tarigu, lalu melanjutkan ke MTs Assa’idiyyah salah satu sekolah swasta namun dasar pertama hingga jati dirinya sedikit demi sedikit terbentuk.
Perjalanan di mulai, gadis yang melangkahkan diri untuk mengambil sekolah swasta ini tanpa alasan, tanpa mendaftar sekolah negeri terlebih dahulu, yang terbersit saat itu hanya menggugurkan kewajiban untuk mengemban pendidikan lanjutan, lalu datang dorongan lingkungan mulai menjadikan Ria tumbuh menjadi gadis yang penuh ambisi dan semangat. Saat kelas satu, Ria mulai menyibukan dirinya untuk bergabung dengan OSIS setelah berbagai rangkaian seleksi yang ada, Ria diterima dan menjadi anggota Seksi Bidang 8 yaitu Kesenian, setengah berjalan saat koordinator seksi bidang delapan mengundurkan diri saat itu juga oleh ketua osis periode itu dengan segala macam prosedur yang ada Ria diangkat menjadi koordinator seksi bidang 8 padahal saat itu masih menduduki kelas satu, di tambah Ria mengikuti Paskibra juga Pramuka yang masih sebagai anggota biasa, lalu loncat ke kelas dua studinya berjalan dengan baik dan saat itu Ria tidak ingin membenturkan kebaikan karena organisasi adalah kebaikan akademik juga kebaikan maka dua-duanya harus berjalan dengan baik, harus berjalan beriringan, karena kebaikan tidak bisa di benturkan dan saat itu Ria mendapat juara umum kelas. Loncat ke kelas dua semangatnya terus berapi-api, apalagi ketika guru matematikanya memberikan cerita mengenai tulisan target hidup yang di tempel di dinding, Ria mencoba untuk membuat rangkaian target hidup yang dinarasikan dengan panjangnya sampai beberapa lembar dari titik saat Ria menulis sampai nanti saat ajal menjemput sudah Ria tuliskan lengkap disana, salah satu yang Ria inginkan saat itu bisa menjadi Ketua OSIS MTs Assa’idiyyah, menjadi Sekretaris Umum Pramuka, lalu tetap menjadi juara umum sampai lulus, dan masih banyak target lain yang Ria narasikan, dan satu demi satu target itu bisa di capai. Sampai jabatan-jabatan itu memaksa Ria yang saat itu masih belum istiqamah berhijab menjadi istiqamah karena hidayah bisa datang dari mana saja, yang asalnya dari tuntutan jabatan namun pada akhirnya lillah alias karena Allah. Saat kelas dua juga Ria menjadi delegasi Pramuka Kwaran Cipanas untuk mengikuti Gladian Pemimpin Regu di Bumi Perkemahan Sukabumi, lalu saat itu Ria juga mendapat beasiswa karena berbagai prestasi. Lalu loncat ke kelas tiga Ria mulai memfokuskan semuanya untuk belajar dan akhirnya bisa mendapat Juara Umum UN Tertinggi di MTs Assaidiyyah.
Ada hasil target yang mulai berbelok ketika Ria ingin melanjutkan sekolah ke SMAN 1 Cianjur, Ria meyakinkan diri bahwa semuanya tidak selalu berjalan mulus, ada kuasa Tuhan yang menentukan semua skrenario hidup, saat itu orang tua Ria tidak mengizinkan sehingga Ria memilih SMAN 1 Sukaremi menjadi tempatnya mengemban ilmu lanjutan. Tuhan memang mempunyai jalan terbaik untuk hambanya, banyak hal luar biasa yang didapatkan Ria di SMAN 1 Sukaresmi ini.
Lagi-lagi organisasi pertama yang Ria ikuti adalah OSIS, setelah serangkaian seleksi yang diadakan Ria lulus dan menjadi pengurus OSIS di seksi bidang 9 yaitu teknologi informasi dan komunikasi, lalu di tambah Ria mengikuti ROHIS ini merupakan wadah baru yang Ria ikuti, juga saat itu Ria mulai aktif mengikuti mentoring/liqo yang dampaknya luar biasa sampai saat ini.
OSIS di SMA terasa lebih sibuk dan padat dengan kegiatan-kegiatannya, namun saat itu Ria berusaha untuk menyeimbangkan dengan akademik meskipun saat kelas satu hasilnya tidak seimbang, Ria mendapat rengking 3 di kelasnya, lalu naik ke kelas dua, Ria tetap melanjutkan OSIS menjadi salah satu organisasi yang di ikuti dan saat itu Ria di calonkan menjadi Ketua Umum OSIS, namun pada akhirnya amanah besar ini jatuh kepada teman seperjuangan dakwah Ria di ROHIS yaitu Slamet Iman Taopik dan Ria menjadi wakil beliau. Dan kita mengemban amanah sama-sama dalam satu periode.
ROHIS di SMA adalah wajah baru bagi Ria namun berdampak luar biasa, kegiatan islam yang menjadi wadah untuk berdakwah membuat semangat tersendiri bagi Ria untuk memperbaiki diri, bagaimana bisa jika Ria sendiri tidak baik tetapi ingin membuat orang lebih baik seperti misalnya Ria menyuruh orang untuk membuang sampah pada tempatnya tetapi Ria sendiri membuang sampah sembarangan begitu simpelnya, di ROHIS ini wadah luar biasa yang membuat Ria yang asalnya hanya memakai kerudung/hijab seadanya kini sedikit demi sedikit mengulurkan hijabnya lebih panjang menutupi dada sesuai dengan perintah Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 dan An-Nur : 31
Mentoring/Liqo juga sangat berperan penting menjadikan diri Ria menjadi lebih baik, Zahratunnida adalah nama grup mentoring yang membersamai Ria dari kelas satu SMA sampai sekarang, di mentori oleh Guru Kimia salah satu SMA di Cianjur yaitu Teh Melin juga berisi orang-orang yang tidak diam dan mendiamkan, berisi orang-orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan, saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Dari kesibukan yang ada disinilah tempat istirahat dan juga berbagi cerita, sesekali mereka juga sama-sama membersamai untuk rihlah/jalan-jalan ke belahan bumi lain mensyukuri karunia Allah.
HIROCI yaitu Himpunan ROHIS Cianjur yang juga Ria ikuti, di organisasi ini Ria menjadi salah satu wakil dari ROHIS SMAN 1 Sukaresmi, Ria mengemban amanah di Bidang Kaderisasi, berkumpul dengan teman-teman ROHIS SMA Se-Cianjur merupakan jalan bagi ria untuk memperluas relasi, mempererat silaturahmi dan juga ukhuwah.
Prestasi yang di torehkan lewat pena yaitu juara 1 cipta puisi ramadhan, kontributor cipta puisi terbaik penerbit kodon yang diterbitkan di buku antopologi puisi musik, menjadi pencipta puisi terbaik muslimah, juga menjadi delegasi dalam pelatihan ROHIS di Jawa Barat.
Lalu setelah lulus SMA Ria melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dengan harapan bisa melesat setinggi-tingginya, mengikuti student exchange, meraih medali emas di PIMNAS, dan cumlaude . Tapi saat Ria mengikuti rangkaian acara BEM KM UGM di acara I’M GAMADA ternyata ada konsep yang salah, Ria menyadari ada tanggung jawab lebih yang tidak hanya tentang diri sendiri tapi juga orang lain. Setiap kali ingin melangkah untuk diri sendiri Ria selalu terngiang-ngiang setiap ucapan Mas Alfath Presiden Mahasiswa UGM 2017 bahwa kita belajar karena kita bodoh dan selamanya kita tidak ingin berada dalam kebodohan dan juga dengan harapan kita bisa mengeluarkan orang lain dari kebodohan. Ria mulai memasukan konsep agar bisa bermanfaat bagi orang lain, tidak maju sendiri tapi maju bersama-sama. Saat ini juga Ria mulai melangkah menjadi anggota KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Komisariat UGM. Lalu, saat mengikuti rangkaian acara KIMM (Kelompok Intelektual Muda Mahasiswa) dimana dipertemukan lagi dengan Mas Alfath lagi-lagi membuat Ria termotivasi dan semangat untuk berbuat banyak bagi orang lain, menjadikan orang lain lebih baik sembari memperbaiki diri, tidak diam dan mendiamkan, terus bergerak dan menebar kebaikan agar kejahatan akan menyerah pada kebaikan, agar yang hitam mulai memutih, agar yang bathil akan lelah dan akhirnya lillah karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan, dari situ motivasi untuk menjadi baik dan menjadikan orang lain baik mulai berapi-api, seperti kata Mas Fathur Ketua BEM KM FKG UGM bahwa kita harus hidup yang menghidupkan. Disitulah alasan mengapa Ria memilih BEM terutama bidang PSDM menjadi sarana/wadah dalam mewujudkan harapan-harapannya kedepan dengan menjadikan khususnya staff BEM KM FKG UGM dan umumnya warga FKG UGM menjadi lebih baik dengan program-program kerja yang nantinya akan direalisasikan menjadi lebih fresh dan manfaatnya terasa bagi orang banyak.





Yogyakarta, 01 Oktober 2017
14.56
Pojok Sendowo F
Sebelum berperang dengan UTS



i!

No comments:

Post a Comment