Tuesday, May 18, 2021

Mandiri dan Kreatif

 

Kita hendak memulai pengembaraan yang penuh dengan lika liku kehidupan. Tujuan besar kita tidak sekadar hidup tapi menghidupkan, tidak hadir sebagai musibah namun menjadi anugerah. Namun, sebelum berbicara jauh mengenai hal tersebut tentunya poin yang harus kita pahami adalah hakikat menjadi manusia. Dalam Al-Mu’minun : 12-14 Allah menjelaskan wal mulapenciptaan manusia, begitu panjang prosesnya, begitupun kekuatan yang Allah titipkan kita untuk hadir di dunia. Kita adalah pemenang. Perjuangan ratusan juta sel sperma begitu berat untuk bisa memasuki sel telur, harus melawan antibodi, kondisi keasaman yang bahkan bisa membunuh sel sperma tersebut. Yang pada akhirnya hanya satu sel sperma saja yang mampu bertahan dan berhasl memasuki sel telur untuk melakukan pembuahan.dan sel sperma itu adalah kita yang dengan mandiri (atas izin Allah) memenangkan kompetisi dari ratusan juta sel sperma lainnya. Itu mendakan bahwa Allah menciptakan kita dari sebuah perlombaan yang hebat, dan kitalah pemenangnya.

Hadirnya kita di bumi tentunya bukan tanpa alasan, namun kita hadir sebagai anugerah, sebagai khalifah, dan beribadah kepadanya. Sebagaimana yang disebutkan dalam tulisan, bukan saatnya lagi kita menjadi passanger namun kita saat ini adalah driver yang bersiri di atas kaki sendiri dan siap menebarkan banyak misi kebaikan dan mempertanggungjawabkan semuanya. Buya Hamka memberikan petuah untuk kita yang sudah berada di fase driver bahwa ‘Bebanmu akan berat, jiwamu harus kuat, tetapi aku percaya langkahmu akan jaya, kuatkan pribadimu!’. Amanah yang Allah berikan setelah kita memasuki aqil baligh adalah amanah yang berat, kita harus menguat kan diri dan menikmati prosesnya.

Perjalanan hidup manusia daru satu waktu ke waktu yang lain menunjuka bahwa manusia itu dinamis. Selalu berubah. Dari muda sampai tua. Dari anak kecil sebagai passanger menjadi driver, dari lapang menjadi sempit, dari tiada menjadi ada dan kembai tiada. Tetu saja kita hari ini berbeda dengan kita saat kecil. Meskipun masih di raga yang sama, tetapi perubahan yang tampak dan dapat dirasakan ini adalah sesuatu yang niscaya. Amanah dari Allah untuk kita menjadi khalifah di muka bumi tentunya harus di pupuk dari hal terkecil salah satunya kemandirian. Bagaimana bisa kita memberikan banyak hal pada ummat ketika masalah kemandirian saja kita belum selesai. Bagaimana kita bisa menjadi pengemudi, tujuan, arah peta, bahkan cara mengemudi saja tidak tahu. Karena hal tersebut diperlukanlah tools agar kita bisa sukses menjadi pribadi yang mandiri. Untuk menjalani misi yang Allah amanahkan, melalui buku “The Secret” oleh Ken Blanchard dan Mark Miller terdapat konsep SERVE

S – See the Future ( Melihat Masa Depa)

E – Engage and Develop Others ( Libatkan dan Kembangkan Orang Lain)

R – Reinvent Continoustly ( Temukan Kembali Terus Menerus)

V – Value Results and Relationship (Hargai Hasil dan Hubungan)

E – Embody The Values (Mewujudkan Nilai)

            Pada tahap kemandirian, mentalitas driver serta menjadi khalifah, hurus S bermakna bahwa kita harus bersedia dan sanggup membantu orang lain hingga mencapai tujuannya. Disinilah pentingnya selesai dengan diri sendiri, setiap orang perlu melihat dirinya secara mendalam, kemana hendak melangkah, apa yang akan menuntun perjalanan. Huruf kedua E artinya kita harus mempu menempatkan seseorang di posisi yang tepat untuk melaksanakan tugas tertentu. Membantu memaksimalkan potensi, pikiran, dan hati setiap orang dalam posisinya. Kemudian huruf R disini adalah nilai kreativitas seorang pengemudi yaitu harus menemukan berbagai terobosan maupun gagasan baru, memiliki pemikiran yang kreatif. Lalu, huruf V artinya pandai menghargai hasil maupun hubungan, tidak mudah menyerah, dan percaya bahwa nilai baik yang kita miliki akan menuntun perilaku dan menjamin keberhasilan di depan. Dan yang terakhir adalah E yaitu mewujudkan nilai, kita tidak bleh hanya fasih melafalkan tapi juga harus mempu mengimplementasikan.

            Kita telah memulai pengembaraan menuju depan yang lebih baik dengan penuh keberanian. Kita adalah intelektual penggerak yang menghadapi berbagai perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang begitu pesat. Transformasi pikiran juga harus terus dilakukan. Kreativitas menjadi hal yang penting untuk mencapai tujuan besar kita yaitu menjadi sebaik-baiknya manusia yang Allah takdirkan menjadi khalifah dan bertugas untuk beribadah serta berdakwah. Sebagaimana Surat Ali Imrah : 110 “Kamu adalah umat teraik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka yang beriman, dan kebanyakanmereka adalah orang-orang fasik” . Berbagai kisah sejarah menggambarkan bahwa pendahulu kita adalah intelektual penggerak yang berdakwah maupun berstrategi dengan cara yang out of the box, dengan cara-cara yang kreatif, sebagaimana Muhammad Al – Fatih dengan strategi menembus benteng pertahanan lawan, sebagaimana Rasulullah dengan ide yang luar biasa menenangkan berbagai kaum. Hal tersebut tentunya memantik kita untuk mendobrak batasan dengan imajinasi yang tinggi dan tentunya tidak hanya menjadi imajinasi kosong, namun bernilai dan bermanfaat.

            Sebagaimana yang dijelaskan dalam tulisan, bahwa kreativitas memiliki berbagai kategori Big-C, Pro-C, Little-C, Mini-C. Dan kita bisa memulainya dengan tahap yang sederhana seperti tahap Mini-C, bisa mengimplementasikan pada kehidupan kita sehari-hari.

            Dalam Guilford kreativitas juga mengacu pada 2 cara berpikir yaitu konvergen dan divergen. Konvergen artinya cara individu dalam memikirkan sesuatu dengan pandangan bahwa hanya adasatu jawaban yang benar. Sedangkan divergen adalah kemampuan individu yang mencari berbagai alternatif jawaban atas persoalan. Orang yang kreatif adalah orang yang cenderung berpikir dengan cara divergen.

Wallas (dalam Solso, Maclin & Maclin, 2007) bahwa terdapat empat tahapan dalam proses kreatif, yaitu:

a.                Persiapan : memformulasikan suatu masalah dan membuat usaha awal untuk memecahkannya.

b.              Inkubasi : masa di mana tidak ada usaha yang dilakukan secara langsung untuk memecahkan masalah dan perhatian dialihkan sejenak pada hal lainnya,

c.                Iluminasi : memperoleh insight (pemahaman yang mendalam) dari masalah tersebut.

d.              Verifikasi : menguji pemahaman yang telah didapat dan membuat solusi

 

Terdapat kondisi yang bisa meningkatkan kretivitas menurut Hurlock yaitu waktu, kesempatan menyendiri, dorongan, sarana, rangsangan dari lingkungan, hubungan dengan orang tua, cara mendidik anak, dan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan.

            Pada akhirnya kemandirian maupun kreativitas tidak datang dengan sendirinya, terdapat banyak aspek yang memengaruhi, mulai dari internal maupun eksternal, yang terpenting dalam proses pembentukan itu adalah orientasi kita dalam mencapai titik itu adalah Allah.




In Frame : bareng anak-anak SV yang kreatif dan inovatif

No comments:

Post a Comment